© 2016  www.wisata-baturaden.com




“Terima kasih telah berkunjung ke website saya, semoga memberikan informasi yang bermanfaat”

Banyumas Selayang Pandang

Wilayah Kabupaten Banyumas merupakan antara daratan dan pegunungan dengan luas ±1.327.60 km atau 132/759,56 ha yang terletak di garis bujur timur antara 108° 39° 17°- 109° 27° 15° dan diantara garis lintang selatan 7° 15° 05° – 7° 37° 10°  yang terletak di sebelah barat daya di belahan selatan garis khatulistiwa yang merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah. Dengan struktur pegunungan sebagian lembah serayu untuk tanah pertanian, sebagian dataran untuk pekarangan dan pemukiman, dan sebagian perkebunan. Gunung slamet dengan ketinggian puncak dari permukaan air laut sekitar 3.400 meter dan tergolong masih aktif begitupun bumi dan kekayaan alam Kabupaten Banyumas masih tergolong potensial karena dekat dengan pegunungan dan hutan tropis terletak di lereng Gunung Slamet sebelah selatan. Di sisi lain jumlah penduduk wilayah Banyumas diperkirakan 10 – 12 juta jiwa, kepadatan penduduk 1.003/km dan ada 8 Kabupaten.


Keadaan cuaca dan iklim di Kabupaten Banyumas terletak di belahan selatan khatulistiwa yang  mempunyai suhu udara sekitar maksimal 30°, 9° C dan minimum 21° ,4° C dengan suhu rata-rata 26°, 5° C dan termasuk iklim tropis, demikian juga terletak diantara lereng pegunungan jauh dari permukaan pantai/lautan maka pengaruh angin laut tidak begitu tampak, namun dengan adanya dataran rendah yang seimbang dengan pantai selatan angin hampir nampak bersimpangan antara pegunungan dengan lembah dengan tekanan rata-rata antara 1.001 mbs.


Batas-batas wilayah Kabupaten Banyumas :
Sebelah Utara    : Gunung Slamet / Kabupaten Tegal dan Pemalang
Sebelah Timur    : kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kabupaten Kebumen.

Sebelah Selatan : Kabupaten Cilacap.
Sebelah Barat    : Kabupaten Cilacap dan Brebes.


Kabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepatnya pada hari jum’at kliwon tanggal 6 April 1582 bertepatan dengan tanggal 12 Robiulawal 990 Hijriah sebagai pendirinya Raden Djoko Kaiman dengan julukan ADIPATI MARAPAT (ADIPATI MRAPAT). Dari sejarah terungkap bahwa Raden Djoko Kaiman merupakan Bupati pertama yang berjiwa SATRIA (Sejahtera, Adil, Tertib, Ramah, Indah, dan Aman) yang merupakan Motto dan Etos kerja pemerintahan Kabupaten Banyumas berdasarkan keputusan Bupati Banyumas nomor: 130/1207/1988 tanggal 13 Desember 1988. Dan beliau memiliki jiwa satria yang sangat luhur budi pekertinya dan bisa di teladani oleh segenap warga Kabupaten Banyumas khususnya karena mencerminkan:


a. Sifat altruistis (tidak mementingkan diri sendiri).    
b. Merupakan pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap, dan tanggon

c. Pembangkit jiwa persatuan dan kesatuan.


Banyumas di kenal berbagai predikat antara lain sebagai :

Pusat Budaya Banyumas

Karena memiliki kekhasan bahasa dan budaya yang kental dengan adat istiadat jawa Banyumasan dan berbatasan langsung dengan Jawa Barat yang disebut dengan budaya Sunda serta tepian Jawa Tengah.


Pariwisata dan Pendidikan

Keindahan alam wisata Baturaden menjadi andalan yang menyajikan berbagai obyek menarik untuk di kunjungi yang merupakan daerah tujuan bagi wisatawan seperti halnya wisata budaya, wisata alam dan aneka ragam atraksi wisata di Kabupaten Banyumas. Selain daya tarik tentang pariwisata, ada juga beberapa sarana dan prasarana pendidikan yang cukup mumpuni dalam menimba ilmu seperti Perguruan Tinggi, salah satunya adalah Universitas Jenderal Soedirman.


Kota Perjuangan

Bayumas dalam perlawanan terhadap penjajah Jepang maupun Belanda secara runtut ikut andil dan tidak pernah ketinggalan semenjak masa pergerakan kebangsaan Indonesia. Akhir dari perjuangan itu, melahirkan Satria Banyumas seperti Jenderal Gatot Subroto.